ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ
ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ
ﮆ ﮇ ﮈ
ﮉ ﮊ ﮋ
ﮌ ﮍ ﮎ
ﮏ ﮐ ﮑ
ﮒ ﮓ
Surat Al-`Alaq terdiri dari 19 ayat,
disepakati sebagai surat Makkiyyah, bahkan lima ayat yang pertama yakni ayat 1 s/d ayat 5 merupakan wahyu Al-Qur’an
yang pertama kali diterima oleh Nabi kita Muhammad Rosululloh r sewaktu beliau bertahannuts/berkholwat (nyepi/menyendiri)
di gua khira’.
Diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim dan
Ahmad dari ‘Aisyah RA. Ia berkata : wahyu yang mula-mula diterima oleh Nabi r adalah berupa mimpi yang benar. Setiap kali beliau
bermimpi, maka pada siang harinya mimpi itu menjadi kenyataan.
Kemudian hati beliau tertarik untuk
menyendiri/kholwat di gua khira’ dengan membawa perbakalan secukupnya. Bila
habis beliau kembali ke rumah Khodijah untuk mengambil perbekalan lagi hingga
datanglah wahyu kepada beliau secara tiba-tiba. Malaikat Jibril datang seraya
berkata: ﭻ [bacalah !].
Rosululloh r bersabda : Maka aku katakan مَاأَقْرَأُ/ مَا
اَنَا بِقَارِئٍ
(apa yang aku baca/aku tidak bisa
membaca), lalu dia menarik dan mendekapku hingga aku kepayahan. Kemudian ia
melepaskanku dan berkata: “bacalah !” aku menjawab: “apa yang aku baca aku
tidak bisa membaca”, dia mendekapku lagi untuk ketiga kalinya hingga aku
kepayahan. Kemudian dia melepaskanku lagi lalu ia berkata:
ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ
ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ
ﮆ ﮇ ﮈ
ﮉ ﮊ ﮋ
ﮌ ﮍ ﮎ
ﮏ ﮐ ﮑ
ﮒ ﮓ
Kemudian Nabi r pulang dalam keadaan menggigil, sampai masuk dirumah
Khodijah, ia berkata: “selimuti aku ! selimuti aku !” maka beliau di selimuti
oleh Khodijah hingga hilang rasa takutnya. Lalu beliau berkata: “wahai Khodijah
! apa yang terjadi pada diriku”, sambil menceritakan semua kejadian yang baru
di alaminya itu, dan beliau berkata: “sesungguhnya aku khawatir sesuatu akan
terjadi pada diriku”.
Khodijah menenangkan hati beliau dengan
berkata tidak usah takut bergembiralah ! Demi Alloh, Alloh U sama sekali
tidak akan menghinakanmu. Engkau selalu bersilaturrahim, berbicara dengan
jujur, memikul beban tanggung jawab, memuliakan tamu dan menolong sesama
manusia demi menegakkan pilar kebenaran.
Kemudian Khadijah mengajak beliau
menemui Waroqoh bin Naufal yang telah berusia lanjut dan buta anak paman
Khadijah. Ia beragama Nasroni, ia pandai membaca dan menulis dan menulis Injil dalam
bahasa arab.
Lalu Khadijah berkata: “Wahai anak
pamanku ! tolong dengarkanlah kabar dari anak saudaramu ini (Muhammad)”, lalu
Waroqoh bertanya, “wahai anak saudaraku ! apa yang terjadi pada dirimu ?” maka
Rosululloh r menjelaskan segala peristiwa yang telah di alaminya
lalu Waroqoh berkata : “inilah Namus (Malaikat Jibril) yang pernah di utus
kepada Nabi Musa”. Alangkah baiknya jika aku masih muda dan masih hidup di
waktu engkau di usir oleh kaummu .
Lalu Rosululloh r bertanya: “apakah mereka akan mengusirku ?” Waroqoh
menjawab : “Ya, tidak ada seorangpun yang datang membawa apa yang engkau bawa
kecuali ia pasti dimusuhi. Apabila aku mendapati hari itu, niscaya aku akan
menolongmu dengan sekuat tenaga”. Tidak lama kemudian Waroqoh meninggal dunia.
HR. Bukhori No. 3, Muslim No. 160 dan
Ahmad No. 25959.
ﭻ
ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ
bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu yang Menciptakan,
Kandungan surat 94 (Alam Nasyroh) menyebutkan tentang aneka
nikmat yang telah dianugerahkan Alloh U kepada Nabi Muhammad r hal itu menunjukkan kebersamaan
Alloh dengan Rosul-Nya, agar beliau tidak ragu dan tidak pula berkecil hati
dalam menyampaikan risalah, yakni Tahaddus bin Ni’mah yang sesuai dengan
apa yang diperintahkannya pada surat Ad-Dhuha ﮠ ﮡ
ﮢ ﮣ
. Di awal surat Al-Alaq ini beliau
diperintah untuk membaca, yaitu membaca wahyu-wahyu yang tidak lama lagi akan
di turunkan kepadamu dan baca juga keadaan masyarakatmu serta alam sekitarnya.
Bacalah agar engkau Muhammad membekali dirimu dengan kekuatan pengetahuan
dengan syarat ﭼ ﭽ [dengan menyebut nama tuhanmu] yakni ikhlas karena
Alloh semata, karena Dialah yang telah menciptakan semua makhluk kapan dan
dimanapun.
ﮁ
ﮂ ﮃ ﮄ
Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah.
Manusia adalah makhluk pertama yang
disebut dalam Al-Qur’an melalui wahyu pertama. Bukan saja karena ia diciptakan
dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan bukan pula karena sesuatu di alam raya ini
diciptakan dan ditundukkan Alloh U demi kepentingan manusia, tetapi yang paling utama
yaitu Al-Qur’an diturunkan, ditujukan kepada
manusia guna menjadi pelita kehidupannya. Salah satu cara yang ditempuh
Al-Qur’an agar manusia menghayati kandungannya adalah dengan memperkenalkan
jati diri manusia melalui asal usul kejadiannya.
ﮆ
ﮇ ﮈ
Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha pemurah,
Perintah mengulangi membaca pada ayat
ini menunjukkan bahwa Alloh yang Maha mulia lagi pemurah menjanjikan pada
seseorang yang mengulangi membaca dengan ikhlas karena Alloh, maka Alloh akan
menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman dan wawasan baru walaupun
yang dibaca itu-itu juga.
Apa yang dijanjikan ini terbukti secara
jelas bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an menghasilkan penafsiran-penafsiran yang
tidak terhingga banyaknya. Demikian pula kegiatan membaca alam raya ini telah
menghasilkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam walaupun
obyek bacaannya itu-itu juga.
ﮊ
ﮋ ﮌ
yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam
Tuhan yang Al-Akrom itu adalah Alloh
yang telah menjadikan pena sebagai alat untuk melahirkan buah pikiran dengan
tulisan dan untuk memberi pengertian kepada orang lain, sebagaimana lidah
adalah alat untuk melahirkan pikiran dengan ucapan.
ﮎ
ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ
Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dialah Alloh yang telah mengajarkan
manusia segala macam ilmu yang dengan ilmu-ilmu itulah manusia berbeda dengan
binatang. Walaupun pada mulanya manusia tidak mengetahui apa-apa.
Dalam sebuah kalimat hikmah disebutkan “Ikatlah ilmu
dengan tulisan” dan ada juga kalimat hikmah yang menyebutkan “Siapa yang
mengamalkan ilmu yang ia ketahui maka Alloh akan mewariskan kepadanya ilmu yang
belum ia ketahui”. (Sohih Tafsir Ibnu Katsir juz 30 hal. 649).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar